Kamis, 19 April 2012

Waktu Yang Tepat Untuk Mengatakan Cinta Kepada Wanita


Kapan harus mengucapkan tiga kata sakti “I love you”? Siapa yang harus memulainya? Dan kenapa ia begitu sulit di ucapkan?

say yes or no?Sekalipun Anda telah menghabiskan waktu sekian lama bersama orang yang dipuja, bahkan menghabiskan malam yang indah dan Anda tidak bisa berhenti berkata pada kawan bahwa ia adalah orangnya.

Setiap saat selalu teringat padanya, ia membuat Anda tertawa, hingga suatu saat Anda terbangun dan menyadari, Anda mencintainya.

Tapi kenapa sulit sekali mengatakan perasaan Anda menyayanginya, bahkan ketika Anda sudah dewasa. Jawabannya mudah, karena kita takut dengan penolakan.

Sederhananya, ketika Anda mengucap “aku sayang kamu”, Anda berharap mendengar perkataan yang sama. Ketika ucapan itu tidak keluar dari mulut pasangan, Anda terluka karena merasa ditolak.

Ketakutan ini bisa diatasi jika Anda paham bahwa tidak semua orang mudah untuk membalas pernyataan “I love you”. Kecuali pasangan berkata “saya tidak mencintai kamu”, besar kemungkinan diam berarti ia ragu dengan perasaannya atau memang belum merasakan sebesar yang Anda rasakan. Jika sudah begini, Anda tinggal mengatakan “biarkan saya tahu jika perasaan kamu berubah,”

Lalu kapan Anda mengucapkan kalimat ini?
Biarkan waktu berlalu dan Anda saling mengenal. Seiring kebersamaan, Anda bisa menilai dengan jelas apakah perasaan tersebut murni atau karena pesona sesaat. Kala nurani Anda mengkonfirmasi, sekarang saatnya, maka jangan ragu katakan “aku sayang padamu”. Hal ini berlaku untuk pria juga wanita
Bagaimana jika terjadi kebalikannya, pasangan mengucapkan kalimat jitu ini pada Anda?
Jika Anda belum siap membalas, tidak salah jika Anda diam dan mengkomunikasikan alasan Anda. Apapun alasannya, komunikasikan dengan jujur. Hal ini jauh lebih baik daripada membohongi dirinya dan diri sendiri.

Jika Anda merasakan hal yang sama, jangan takut untuk berkata, “I love you too”.

sumber: http://blognyajose.blogspot.com/2010/11/waktu-yang-tepat-untuk-mengatakan-cinta.html

Foto Cara Membuat Api Dengan Kentang, Garam, Pasta Gigi, Kabel, Kapas Dan Lidi


Suatu metode yang sangat sederhana : cara membuat nyala api hanya menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat (kentang, pasta gigi/odol, garam, tusuk gigi/lidi, kabel dan kapas).

Sedikit penjelasan : Apa yang terjadi di sini adalah bahwa fluoride dalam pasta gigi dan garam yang membentuk suatu elektrolit yang bereaksi terhadap tembaga dan seng (lapisan pd kawat kabel). Hal yang penting adalah kita bisa mendapatkan kedua ujung kabel (kawat) yang satu anoda dan yang lainnya katoda.
Menunggu 5 menit memungkinkan bahan kimia ygan ditempatkan didalam kentang bereaksi dan membangun sebuah muatan listrik, dan kentang yang kita gunakan bertindak sebagai baterai, kemudian panas dihasilkan oleh kosleting kedua ujung kabel dalam kentang sehingga memicu nyala api pada kapas.

Sumber : http://serba-serbisekitar.blogspot.com/2010/11/cara-membuat-api-dengan-kentang-garam.html

Memahami Konsep Pasangan Sebagai Cerminan Diri



Suamiku, kok begini? Istriku, kok begitu? Coba hitung baik-baik, seberapa sering dan banyak Anda mengeluhkan kekurangan pasangan?
Hati-hati, jika termasuk orang yang selalu mengeluhkan pasangan. Karena bisa jadi, yang Anda keluhkan adalah diri Anda sendiri. Percaya, deh.


What You Get Is What You Give

Anggia Chrisanti Wiranto, konselor dan terapis EFT (emotional freedom technique) di biro psikologi Westaria (www.westaria.com), menyarankan untuk tidak pernah bertanya, apalagi mengeluhkan tentang pasangan kita. Tentu pasangan di sini adalah yang Anda nikahi setelah melewati fase berkenalan dan jatuh cinta. Bagaimana pun, sosoknya yang terbaik yang bisa kita “dapatkan”. “Apa yang kita dapatkan, maka itu (hampir) sesuai dengan apa yang bisa kita berikan atau miliki (kualitas individu),” kata Anggia. “Dalam Islam bahkan kita mengenal istilah 'perempuan baik untuk laki-laki baik,’ begitupun sebaliknya,’” jelasnya.

Misalnya, kita mengeluhkan pasangan yang ternyata diketahui tukang bohong. Paling mungkin, kita tukang bohong juga. Sama seperti pasangan yang kita keluhkan. “Catatan, bohong tidak selalu dan sesempit itu. Bisa saja, kita termasuk orang yang suka berkata manis padahal kenyataannya tidak atau hanya dengan tujuan menyenangkan orang lain. Itu sama saja bohong, kan?” papar Anggia.

Ubah Diri, Sebelum Mengubah Pasangan

Pekerjaan yang sulit adalah mengubah orang lain. Untuk hal yang sangat kecil dan sederhana sekalipun. Jadi yang bisa dilakukan adalah mengubah diri sendiri, jika merasa ada atau banyak kekurangan pada diri kita sendiri. “Relationship atau hubungan laki-laki dan perempuan itu seperti cermin. Memantulkan bayangan yang sama dengan obyeknya. Maka, saat kita menjadi lebih baik, niscaya, pantulan bayangan pun akan menjadi baik. Dengan cara yang mungkin tidak kita sangka sebelumnya,” urai Anggia.

Terkadang, pasangan kita selama ini sesungguhnya sudah baik kualitas dirinya. Justru karena diri kita yang masih belum baik, ibarat becermin pada kaca buram. “Sebaik apa pun obyeknya, sebersih apa pun dia, tapi karena ‘cermin’ yang kita pakai buram, maka kita akan melihatnya buram. Bukan karena obyeknya, tapi karena cermin yang kita pakai,” Anggia menuturkan. Akhirnya, hidup tidak melulu tentang baik dan tidak baik, melainkan adanya nilai “kepantasan”. Karena kepantasanlah yang membuat keindahan. “Pantaskah dia bersama kita? Dan juga tanyakan, pantaskah saya bersama dia? Maka pantaskanlah diri, niscaya kita akan mendapatkan kepantasan dalam hubungan kita,” pungkasnya.


Sumber:http://www.tabloidbintang.com/gaya-hidup/psikologi/52950-memahami-konsep-pasangan-sebagai-cerminan-diri.html

Rahasia Singkatan YKK di Resleting


Singkatan YKK merupakan kepanjangan dari Yoshida Kogyo Kabushikikaisha (cara mengatakan; lima kali cepat). Pada tahun 1934 Tadao Yoshida mendirikan Yoshida Kogyo Kabushikikaisha (diterjemahkan Yoshida Industries Limited). Perusahaan ini di dunia kini terkemuka sebagai produsen ritsleting, membuat sekitar 90 persen dari seluruh ritsleting di lebih dari 206 fasilitas di 52 negara.


Pada kenyataannya, mereka tidak hanya membuat ritsleting, mereka juga memproduksi mesin pembuat ritsleting; tidak ada kata "tidak" jika mereka sekaligus membuat spare parts, mesin-mesin yang membuat ritsleting. Pabrik YKK terbesar berada di Georgia, Amerika dan membuat lebih dari 7 juta ritsleting per hari.

Dalam hal apapun, Mr Yoshida mendirikan perusahaan terbaik dengan mempraktikkan prinsip yang dia sebut sebagai "Cycle of Goodness" atau "Lingkaran Kebajikan". Yakni, "Tidak ada seorang pun yang berjaya dan makmur, kecuali ia memberi manfaat bagi orang lain" Dengan menggunakan prinsip ini, Mr Yoshida berupaya untuk menciptakan ritsleting terbaik di pabrikannya yang akan terus memproduksi yang terbaik dalam periode waktu yang panjang hingga akhir.

Hal ini pada gilirannya akan menguntungkan produsen yang menggunakan ritsleting dan pelanggan akhir (konsumen) dan karena hal-hal yang menguntungkan perusahaan YKK itu, maka referensi penjualan ritsleting mereka menjadi meningkat, sehingga Mr Yoshida mampu menyelesaikan "Cycle of Goodness" atau "Lingkaran Kebajikan"; merupakan "Zen moment" atau (Kekuatan yang besar, timbul hanya dari pemikiran yang sederhana).

Jadi waktu berikutnya ketika teman-teman membuka-tutup celana, tas dan peralatan lain yang menggunakan ritsleting, maka luangkan waktu untuk mengingat Mr Yoshida, karena dialah pencetus YKK di hampir semua risleting yang ada di dunia ini...hhmm.

Sumber:http://nyatanyatafakta.blogspot.com/2012/04/rahasia-singkatan-ykk-di-resleting_17.html

Bahaya Mencabut Bulu Hidung



Bahaya Mencabut Bulu Hidung - Bagi yang hobi mencabut bulu hidung, sepertinya artikel berikut ini wajib hukumnya untuk disimak. Kenapa? Karena ternyata, kebiasaan ini dapat berpotensi menimbulkan luka di bagian akar bulu hidung, yang kemudian berkembang menjadi bisul. Repotnya lagi, bisul dalam hidung rasanya lebih parah ketimbang bisul yang eksis di bagian tubuh luar. Penderita akan merasa cekot-cekot dan nyeri yang amat sangat sehingga bisa membuatnya tak bisa tidur dengan nyenyak.


Menurut Dr. Roestiniadi Djoko Soemantri SpTHT KL., dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan, dan kepala leher RSU Dr. Soetomo, Surabaya, bisul dalam hidung ini juga tak bisa sembuh dengan sendirinya. Sehingga, penderita disarankan untuk segera berobat ke dokter dan jangan coba-coba mengobati sendiri bisul tersebut.


Obat yang biasanya diberikan oleh dokter adalah antibiotik. Dan ini merupakan langkah yang penting karena ternyata, di bagian hidung terdapat pembuluh darah yang langsung mengarah ke otak. Adanya luka di area tersebut dapat memungkinkan bakteri atau kuman lain masuk ke tubuh dan menyerang otak. Yang lebih parah lagi, ini dapat memicu terjadinya radang otak. Serem, ya?


Untuk alasan yang sama, disarankan untuk tidak mengutak-atik jerawat yang muncul di area di atas bibir. Lalu, bagaimana bila bulu hidung dirasa panjang-panjang? Sebaiknya dibiarkan saja. Tapi jika dirasa sangat mengganggu, termasuk dari segi penampilan, boleh saja dirapikan. Syaratnya, jangan dicabut, melainkan digunting dengan menggunakan gunting khusus. Biasanya ukurannya lebih kecil dari gunting biasa. Perlu diperhatikan juga agar pada saat menggunting, jaga agar jangan sampai ada bulu hidung yang dipotong masuk ke dalam hidung.


Sekedar informasi, bulu hidung sendiri sebenarnya memiliki peran yang sangat penting bagi kesehatan tubuh kita. Ia berfungsi sebagai filter bagi partikel-partikel kecil yang terisap. Kegunaan bulu hidung terasa bila kita berada di ruangan yang sangat berdebu. Biasanya, tubuh langsung merespons adanya partikel kecil yang terisap hidung dengan cara bersin. Bayangkan saja jika tidak ada si bulu hidung — bagaimana kotornya paru-paru kita jadinya.

Sumber :http://purdiyanta36.blogspot.com/2012/01/bahaya-mencabut-bulu-hidung.html